Upacara Hari Jadi Ke 259 Kota Pangkalpinang “Pangkalpinang Pangkal Kemenangan”


IMG_2693

Sabtu (17/09) bertempat di Halaman Gedung Tudung Saji Kantor Walikota Pangkalpinang, telah dilaksanakan Upacara dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 259 Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian Menjadi Inspektur Upacara dan dihadiri oleh Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kota Pangkalpinang.

Adapun isi dari sambutan Walikota Pangkalpinang yang disampaikan oleh Wakil Walikota Pangkalpinang yaitu Pembentukan pangkal-pangkal di Pulau Bangka dilakukan atas perintah Sultan Susuhunan Ahmad Najamudin I Adi Kusumo kepada Abang Pahang Tumenggung Dita Menggala dan kepada para depati di pulau Bangka sejak pengangkatannya sebagai sultan Kesultanan Palembang Darussalam pada tanggal 17 September 1757 Masehi atau bertepatan dengan 3 Muharram 1171 Hijriyah. Pangkal-pangkal di pulau Bangka termasuk Pangkalpinang, didirikan Kesultanan Palembang Darussalam untuk kepentingan ekonomis, politis dan kepentingan budaya. Dalam konteks ekonomis Pangkal berfungsi sebagai tempat pertemuan berbagai aktifitas perekonomian masyarakat yang berbasis bahari ( Sea Based Culture ) dengan perekonomian masyarakat berbasis daat (Land Based Culture), karena pangkal umumnya didirikan pada tepi muara sungai dekat laut dan sungai biasanya terhubung wilayah-wilayah pedalaman yang menghasilkan beranekaragam hasil bumi. Pangkal juga berfungsi sebagai pelabuhan pendukung (Feeder Point) yang merupakan pusat perdagangan lokal kecil entrepot-entrepoy dan pusat pengumpulan regional yang penting.

Dalam konteks politis, Pangkal berfungsi sebagai tempat kedudukan Demang yang diangkat langsung oleh sultan dari kaum kerabatnya dan mereka ditugaskan mengawasi pajak tiban-tukon dan jalur distribusi Timah sebagai penghasilan utama Kesultanan. Dalam konteks kebudayaan pangkal sebagai pusat pertemuan dua basis kebudayaan di Pulau Bangka, kemudian berkembang menjadi kampung besar (Village), dan pada perkembangan selanjutnya, terjadi pembagian kerja dengan diferensiasi fungsi, hak dan tanggung jawab yang melahirkan kelompok-kelompok sosial dengan aktifitas sosial berupa interrelation dan social interaction antar warganya. Karekteristik Interrelation dan social interaction kemudian terwujud kedalam bentuk fisik dan non fisik yang membentuk Pangkalpinang. Secara filosofis merujuk pada pengertian Kota secara Leksikografis, sebenarnya Pangkalpinang yang didirikan pada masa itu sudah menunjukkan ciri pada pengertian Kota sebagai pusat kegiatan Pemerintahan, pusat kegiatan ekonomi dan pusat kebudayaan.

Sejak masa kekuasaan Inggris tahun 1812 Masehi, Pangkalpinang dijadikan 1 distrik, dari 4 distrik di Pulau Bangka dan pada masa awal kekuasaan Hindia Belanda tahun 1817 Masehi, distrik Pangkalpinang sudah menjadi pusat perdagangan di Pulau Bangka dan telah memiliki Pelabuhan Laut serta Kantor Duane. Distrik Pangkalpinang pada tahun 1848 Masehi telah memiliki penduduk sekitar 5651 jiwa, yang menempati 5 under distrik yaitu under distrik Pangkalpinang, Under distrik Bukit, Under distrik Mendo Barat, Under distrik Mendo Timur dan Under distrik Penagan. Penduduk tersebut tersebar di beberapa kampung seperti Slindang Moesoe, Gabek, Semabong, Ayer Hitam, Mesoe, Selienta, Pankal Lempoejang, Balielik, Tjiloeak, Betoor, Dal, Trak, Dinding Papan, Troe, Katjee, Petaling, Paja Benoea, Pankal Mundo, Kemoedja dan Zid.

Keletakan Pangkalpinang yang strategis dari sisi geografis, ekonomis dan politis karena berada di tengah Pesisir Timur Pulau Bangka, menyebabkan Pangkal ini terus berkembang pesat dan pada 3 September 1913 dijadikan sebagai Ibukota Keresidenan Bangka yang membawahkan 10 distrik dan 31 Under distrik, selanjutnya 20 Tahun kemudian, Pangkalpinang ditetapkan menjadi Ibukota Keresidenan Bangka Belitung pada masa Starhamer, HM, menjabat Residen tahun (1931-1934 Masehi) atas dasar ordonansi Tanggal 2 Desember 1933, Stbl. No.565.

Dan pada hari ini tanggal 17 September 2016 Pangkalpinang sudah berusia 259 Tahun. Dengan usia tersebut masih banyak kekuatan dan potensi yang kita miliki harus digali, masih banyak tantangan yang harus kita hadapi, masih banyak peluang yang harus kita cermati dan masih banyak kelemahan yang harus kita perbaiki. Saat ini untuk pembangunan Kota Pangkalpinang kedepan ada 14 prioritas Program Pembangunan yang harus kita selesaikan yaitu Pemerataan Kualitas Pendidikan, Pendidikan Vocasional dan Akademi Komunitas ; Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ; penguatan perencanaan pembangunan daerah dan tata ruang; peningkatan pembangunan infrastruktur publik; pengembangan perekonomian, koperasi dan UKM berbasis pariwisata; peningkatan kualitas lingkungan hidup; peningkatan iklim investasi; peningkatan pelayanan publik; pengembangan industri, pariwisata dan budaya; perwujudan Good Governance dan Clean Governance; peningkatan pemberdayaan perempuan, pengurangan kemiskinan dan penyandang masalah sosial; pengembangan industri unggulan; pemantapan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta pembangunan berbasis 1 Milyar 1 Kelurahan.

Memperingati hari jadi Kota adalah memperingati suatu peristiwa sejarah yang dianggap penting sebagai tonggak atau momentum keberadaan sebuah kota. Peristiwa sejarah tersebut diharapkan dapat melahirkan angan-angan moral, menjadi sumber inspirasi, introspeksi dan edukasi, sebagai pedoman perilaku, sebagai momentum yang dapat dijadikan faktor pemicu dan pemacu semangat (Sweet Match) Mentalitas dan Moralitas untuk membangun Kota Pangkalpinang. Dengan memperingati Hari jadi Kota diharapkan tumbuh pemahaman terhadap perkembangan Kota Pangkalpinang dari 1 tahapan ke tahap berikutnya dan diharapkan juga akan tumbuh kesadaran dan spirit yang tinggi dari warga Pangkalpinang untuk merasa memiliki Kotanya, memiliki kepedulian dan secara bersama cepat tanggap terhadap persoalan-persoalan pembangunan masyarakat dan pembangunan Kota Pangkalpinang. Dalam Konstelasi membangun, mengembangkan dan pelestarian Kota Pangkalpinang, maka tema yang kita usung pada peringatan hari jadi ke 259 Pangkalpinang adalah “DENGAN KEBERSAMAAN KITA BANGUN PANGKALPINANG, SEBAGAI KOTA INVESTASI YANG RAMAH LINGKUNGAN”.

Harapan kita semua semoga Kota Pangkalpinang dapat berkembang, terus maju dengan segala fasilitas-fasilitas pelayanan masyarakat dan seluruh masyarakat bersinergi dalam membangun dan mengembangkan Kota Pangkalpinang tercinta agar kita dapat hidup tenteram, aman dan damai dalam lingkungan yang bersih, sehat, teratur dan dalam keberkahan. Semoga keberlangsungan pembangunan Kota Pangkalpinang dapat terlaksana menuju kejayaannya dan Pangkalpinang Pangkal kemenangan. _(humaspemkot-pkp)

You may also like...