Rapat Koordinasi Fokorpimda


FOKORPIMDARAPAT KOORDINASI FOKORPIMDA – Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FOKORPIMDA) ini secara langsung di adakan di Ruang Rapat Kantor Walikota Pangkalpinang, (Rabu, 08 Juli 2015).

Pengarahan dari Bapak Wakil Walikota Pangkalpinang, M.Sopian, BA berkenaan persiapan Idul Fitri 1436 H, yang mana ini merupakan suatu momentum yang akan dirayakan oleh masyarakat muslim pada khususnya bahkan non muslim pada ummnya. Dan momentum ini juga akan banyak membuat bidang keamanan, sosial juga ekonomi untuk berperan aktif memantau. Karena menjelang Idul Fitri biasanya pengemis dan gepeng sangat memenuhi kota Pangkalpinang, pengemis dan gepeng harus menjadi pantauan juga menjelang Idul Fitri ini, karena banyak juga yang meminta-minta tapi niatnya tidak baik. Maka dari itu Waki Walikota Pangkalpinang, M.Sopian, BA berharap Satpol PP bekerjasama dengan pihak kePolisian supaya tidak lengah, jangan sampai hal yang dipandang kecil ini menjadi besar nantinya. Begitu juga dengan harga-harga menjelang Idul Fitri, Dinas Perindagkop tolong memantau. Karena ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan momentum ini dengan menaikkan harga semena-mena tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lainnya.

Bapak Kapolresta juga memberikan gambaran umum berupa paparan sebagai bahan pembahasan dari data inteligen, Kesiapan ataupun data awal sebelum pelaksanaan Lebaran. Data-data harga  9 bahan pokok disampaikan secara garis besar  dan umum, menjelang lebaran di Kota Pangkalpinang ini tidak ada gejolak-gejolak yang signifikan artinya gejolak yang bisa menimbulkan potensi gangguan. Kalaupun ada harga-harga yang naik pun itu tidak terlalu menonjol, jadi dari sisi 9 bahan pokok menjelang lebaran di Kota Pangkalpinang ini disampaikan tidak adaa kendala dan potensi gangguan.

Bapak Kapolresta juga menyampaikan beberapa indikator-indikator penyebab kasus-kasus kriminal menjelang lebaran. Maraknya pencurian dengan kekerasan, penganiayaan dan tindak kriminal lainnya, itu disebabkan karena Kota Pangkalpinang sudah mulai menjadi Kota besar. Artinya sudah menjadi Kota tujuan para pendatang baik dari sisi bisnis ataupun sisi yang lainnya, sehingga tidak bisa dikatakan lagi kota kita Kota yang aman-aman terus. Terjadinya penurunan daya beli masyarakat ataupun kurangnya lapangan pekerjaan. Adanya kelompok anak-anak remaja yang sudah mulai salah pergaulan, dan ini juga perlu untuk diantisipasi. (_humaspemkot-pkp)

You may also like...