Pendidikan Inklusif Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

IMG_8223 IMG_8168 IMG_8165

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya, tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 ayat (1).

Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang masyarakatnya anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Pendidikan inklusif memiliki prinsip dasar bahwa selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka. Konsep pendidikan inklusif ini muncul, dalam rangka memberi solusi adanya kekhawatiran perlakuan diskriminatif dalam layanan pendidikan terutama bagi anak-anak penyangdang cacat atau anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Penyelenggara sistem pendidikan inklusif merupakan salah satu syarat yang harus terpenuhi untuk membangun tatanan masyarakat inklusif (Inclusive society). Sebuah tatanan masyarakat yang saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman sebagai bagian dari realitas kehidupan. Pemerintah melalui PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 41 (1) telah mendorong bahwa setiap satuan pendidikan yang melaksanakan pendidikan inklusif harus memiliki tempat kependidikan yang mempunyai kompetensi menyelenggarakan pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs H. Suparyono, MM dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, menjelaskan tentang sekolah inklusif. Sekolah Inklusif adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama, tidak hanya memenuhi target pendidikan semua dan pendidikan dasar 9 tahun, akan tetapi lebih banyak keuntungannya untuk memenuhi hak-hak asasi manusia dan hak-hak anak serta kesejahteraan anak, dengan demikian akan berkebutuhan khusus akan merasa tenang, percaya diri, merasa dihargai, dilindungi, disayangi, bahagia dan bertanggung jawab.

Mengembangkan lingkungan sekolah reguler yang inklusif saat ini sudah menjadi sebuah keharusan. Banyak sekolah yang telah merintis program inklusi berusaha memastikan semua siswa merasa dihargai dengan memberikan semua kebutuhan belajar mereka dan membantu mereka mencapai potensi yang maksimal. Sekolah reguler dengan orientasi inklusif adalah lembaga yang paling efektif untuk mengatasi diskriminasi, menciptakan kemunitas ramah, membangun suatu masyarakat inklusif dan mencapai pendidikan untuk semua. Agar inklusi menjadi kenyataan, maka pendidikan inklusif harys mampu merubah dan menjamin semua pihak untuk membuktikan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Inklusif Guru SD/MI Negeri dan Swasta karena pada tahun 2015 yang lalu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mendeklarasikan Provinsi Kepuluan Bangka Belitung sebagai PROVINSI PENDIDIKAN INKLUSIF. Oleah sebab itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung program provinsi dimaksud, sehingga Kota Pangkalpinang dapat menjadi pilar penunjang kesuksesan pendidikan inklusif di Bangka Belitung._(humaspemkot-pkp)

You may also like...