Pemantapan Pangkalpinang Sebagai Kota Tujuan Investasi

IWAN0400 IWAN0440 IWAN0412 IWAN0404

Keberhasilan pembangunan daerah dapat dilihat dari pencapaian indikator kesejahteraan masyarakat, diantaranya, Pendapatan Demestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) perkapita. Berdasarkan Data dari BPS, PDRB perkapita masyarakat Kota Pangkalpinang Tahun 2015 atas dasar harga berlaku sebesar 52,06 juta juta perorang pertahun (sumber BPS KOta Pangkalpinang) BPDR perkapita masyarkat dapat ditingkatkan melalai peningkatan investasi. Efisiensi investasi dapat dilihat dari rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan data BPS, rasio ICOR Kota Pangkalpinang pada tahun 2012 sebesar 3,68. Semakin kecil rasio ICOR semakin menarik investor untuk menanamkan investasi, yang selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja baru.

Berdasarkan data dari BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Pangkalpinang sebesar 10, 64 persen atau 18.439 orang. Tingkat Pengangguran Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 67,41 persen atau 92.779 orang, teramsuk didalamnya tamatan SLTA per tahun lebih kurang 5.400 orang, tetapi capaian indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pangkalpinang diangka 76,61 tertinggi diantara kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahkan melampaui capian nasional di angka 69,55. Angka IPM sndiri memberikan gambaran komprehensip mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh suatu daerah, semakin tinggi nilai IPM di suatu daerah menunjukkan pencapain pembangunan menusianya semakin baik.

Walikota Pangkalpinang Muhammd Irwansyah dalam sambutannya sekaligus membuka acara pada Musrenbang RKPD Kota Pangkalpinang Tahun 2017 untuk menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2018 Selasa kemarin 21 Maret 2017 menjelaskan dalam rangka mengatasi angka pengangguran tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan mengupayakan peningkatan Investasi dalam skala besar. diantaranya, Pembangunan Papinka Valley yang meliputi Mall, Hotel, Bussinies pasrk dan perumahan, pembangunan kawasan wisata terpadu pasir padi bay, pembangunan swiss bell hotel, pembangunan pabrik galangan kapal, pembangunan kawasan industri Ketapang, kawasan Water Front City, kawasan Central Bisnis Daerah Teluk Bayur, Kacang Pedang Park dan pembangunan kawasan lainnya. Pembangunan fasilitas umum d bidang kesehatan antara lain pengembangan RSUD Depati Hamzah yang ditargetkan selesai pada tahun 2017 dan akan beroperasi pada tahun 2018, pengembangan tersebut menjadikan RSUD Depati Hamzah  sebagai Rumah Sakit rujukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, selain itu untuk meningkatkan status RSUD Depati Hamzah dari tipe C menjadi tipe B. Muhammad Irwansyah juga mengungkapkan kebanggannya  bahwa pada tahun 2017 ini tepatnya pada 4-5 Maret yang lalu kita menjadi tuan rumah dalam pagelaran kompetisi balap motor cross internasional (MXGP), ini menjadi media promosi untuk memperkenalkan Kota Pangkalpinang kepada negara lain, pagelaran itu sendiri sukses diselenggarakan dan diharapkan bisa mengundang investor untuk berinvestasi di Kota Pangkalpinang, ataupaling tidak bisa mendongkrak jumlah wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara.

Masyarakat Pangkalpinang harus mengetahui bahwa tahun 2018 ini adalah tahun kelima dari program prioritas RPJMD Kota Pangkalpinang pada Tahun 2013-2018, dan fokus Pembangunan Kota Pangkalpinang pada tahun kelima diarahkan pada:

  1. Penguatan perencanaan pembangunan daerah dan tata ruang
  2. Pemantapan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat
  3. Peningkatan iklim investasi
  4. Pembangunan berbasis satu milyar satu kelurahan dan 1 milyar 1 kecamatan

Fokus pembangunan tersebut sekaligus merupakan program priorirtas dengan  mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah berserta perubahannya, dengan pembiayaan    program memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu Walikota Pangaklpinang mengharapkan agar masyarakat bisa memahami bahwa tidak semua usulan program/kegiatan dapat dilaksanakan dengan kapasitas riil keuangan daerah yang sangat terbatas, sementara usulan masyarakat begitu banyak. Dan sesuai arah dan kebijakan pembangunan tahun kelima RPJMD Kota Pangkalpinang Musrenbang Tahun 2017 yang mengusung tema ”Pemantapan Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam Rangka Pemantapan Pangkalpinang Sebagai Kota Tujuan Investasi” mampu menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat karena mempunyai makna yang strategis bagi keberlanjutan dan kesinambungan proses pembangunan Kota Pangkalpinang. Peningkatan Stabilitas Keamanan dan Ketertiban untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Kota Pangkalpinang._(humaspemkot-pkp)

You may also like...