Orang Tua dan Guru Berperan Penting Membentuk Kepribadian Anak

IMG_7464 IMG_7471 IMG_7281

Kita semua mengetahui bahwa pada akhir-akhir ini begitu maraknya pemberitaan tentang anak baik di media masa maupun elektronik. Dari hari ke hari, berita yang melibatkan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku tidak juga mereda bahkan cenderung meningkat. Keprihatinan kita bertambah ketika orang dewasa yang seharusnya melindungi dan memberi contoh yang baik kepada anak, sebaliknya menjerumuskan anak ke dalam perbuatan kriminal, seperti memperdagangkan anak, mengeksploitasi anak secara seksual dan lain-lain. Kemajuan teknologi turut mendukung atau mempermudah pelaksanaan tidak kriminal ini. Misalnya jejaring sosial facebook yang disalah gunakan untuk marayu anak dan memperdagangkannya, atau ponsel berkamera untuk merekam adegan hubungan seksual dan menyebarkannya. Keterbatasan ekonomi tidak mutlak membuat anak terjerumus ke dalam perbuatan kriminal, tetapi juga karena lemahnya pengawasan orang tua yang membuat anak salah pergaulan. Keterbatasan ekonomi dan pengetahuan orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawsan pada anaknya telah membuat anak putus sekolah dan kemudian terpaksa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, bahkan membantu mencari nafkah bagi keluarga dan bekerja.

Pada acara Kongres Anak Kota Pangkalpinang VIII Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang 15 Maret 2017 pada hari Selasa kemarin di Gedung Bunda Ropi’ah, Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian menyampaikan bahwa orang-orang yang terdekat dengan anak berperan sangat penting dalam melindungi dan menjaga anak-anak. Keluarga merupakan wahana inti dalam usaha perlindungan anak. Bermula dari pendidikan anak-anak di rumah yang menjadi tugas dan tanggung jawab para orang tua, khusunya berupa pola pengasuhan, bimbingan dan pemberian arahan untuk menuju masa depan yang baik. Termasuk didalamnya orang tua bertanggung jawab di dalam membentuk kepribadian anak seperti nilai etika dan perilaku. Walaupun banyak sekarang kesibukan para orang tua tetapi tetaplah dijaga kualitas pembimbingan dengan pembimbingan dengan pengasuhan kepada anak-anak kita. Selain itu juga, guru atau pendidik serta masyarakat sekitar juga memiliki peran yang besar bukan hanya berkaitan dengan ilmu dan pengetahuan, tetapi para pendidik dan masyarakat pada hakekatnya turut menentukan anak-anak kita untuk memilki mental dan keribadian yang baik, fisik yang baik, dan intelektual atau kecerdasan yang baik dan anak-anak kita diajarkan bagaimana hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, sehingga nantinya mereka akan dapat berpartisipasi di dalamnya.

Muhammad Sopian juga menginformasikan di Kota Pangkalpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung, kasus kekerasan anak selama tahun 2016 yang masuk dalam laporan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebanyak 47 kasus kekerasan anak. Permasalahan ini harus kita selesaikan bersama secara bersinergi, anatara pemerintah, masyarakat, lembaga swasta dan juga Forum Anak Daerah Kota Pangkalpinang.

Sopian Berharap Forum Anak daerah Kota Pangkalpinang yang nantinya terbentuk dapat turut berpartisipasi dalam mengurangi tindak kekerasan terhadap anak yang saat ini marak terjadi. Sesuai dengan Tema Kongres Anak Kota Pangkalpinang Tahun 2017 yaitu ”Anak Pangkalpinang Dukung Kota Layak!!!” _(humaspemkot-pkp)

You may also like...