Festival Membaca dan Menulis (FMM) 2016 Kota Pangkalpinang


0L7A4352

Bertempat di gedung serba guna Kantor Timah tbk, hari Rabu, tanggal 18 Mei 2016 diadakan Festival Membaca dan Menulis (FMM) 2016 tingkat Kota Pangkalpinang, diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Acara ini di hadiri oleh Wakil Walikota Pangkalpinang, Kepala Kantor Bahasa Kep. Babel, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang dan Perwakilan Juri Festival Membaca dan Menulis (FMM). Festival ini di ikuti oleh seluruh sekolah Se-Kota Pangkalpinang mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Acara ini dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Pembacaan Doa yang dibawakan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Pangkalpinang, kemudian acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Kantor Bahasa Kep. Bangka Belitung Drs. Hidayat yang menjelaskan inti dari pelaksanaan Festival ini harus memiliki 4 Hal yaitu : cara berpikir kritis, kreatif, berinovasi dan berkolaborasi. Tujuan kegiatan ini mengajak masyarakat meningkatkan apresiasinya terhadap bahasa, dan tidak melupakan budaya Bangsa Indonesia.

Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Dinas pendidikan Kota Pangkalpinang Drs. Edison Taher yang menjelaskan kegiatan ini di apresiasi dengan sangat baik oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang karena kegiatan ini juga dilakukan di tingkat Nasional. Pak Edison Taher menghimbau kepada seluruh perwakilan sekolah yang hadir nantinya untukĀ  mulai mengaktifkan wajib membaca selama 15 menit sebelum pelajaran di mulai, kemudian menyimpulkan resume dari yang dibaca tersebut.

Dan acara pun di buka secara resmi oleh Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian, yang menjelaskan saat ini khususnya di Kota Pangkalpinang, ada 3 kondisi keadaan darurat diantaranya: Narkoba, Pemerkosaan dan keadaan mental anak-anak dibawah umur yang perlu perhatian khusus terutama dari orang tua. Disela-sela sambutan tersebut bapak Muhammad Sopian memberikan pertanyaan kepada peserta Festival Membaca dan Menulis yang di wakili 2 orang anak SD, 2 orang anak SMP dan 2 orang anak SMA. Pertanyaannya adalah “Mengapa Festival Membaca dan Menulis? Kenapa tidak sebaliknya?” anak-anak sekolah dengan antusias menjawab pertanyaan tersebut dengan pola pikir mereka masing-masing, dan jawaban dari bapak Muhammad Sopian adalah dengan membaca tentunya kita bisa menulis tetapi kalau tidak bisa membaca, pasti kita tidak bisa menulis._(humaspemkot-pkp)

You may also like...