Pidato Penyampaian Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pangkalpinang TA. 2016


Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Pangkalpinang Rabu (28/9) yang dihadiri oleh Walikota Pangkalpinang, Muhammad Irwansyah menyampaikan Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2016.

Dalam Kebijakan Umum Tahun 2016 laju pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan diperkirakan tumbuh sebesar 6,80 persen dan pada Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan diestimasikan sebesar 4,67 persen atau turun sebesar 2,13 persen. Estimasi penerimaan pendapatan daerah pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2016 mengalami peningkatan 5,57 persen atau sebesar Rp 54,429 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp 977,564 Milyar berubah menjadi sebesar Rp1,031 Triliun, bertambahnya pendapatan daerah tersebut bersumber dari Dana Perimbangan sebesar Rp 96,886 Milyar, sedangkan yang bersumber dari PAD semua sebesar Rp 149 Milyar.Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah juga mengalami penurunan sebesar (Rp21,855Milyar) dari anggaran semula sebesar Rp142,495 Milyar berubah menjadi sebesar Rp120,639 Milyar. Pada PAD bersumber dari pajak daerah terjadi penurunan estimasi sebesar 28,14 persen atau sebesar (Rp20,473 Milyar) dari anggaran semula sebesar Rp72,758 Milyar berubah menjadi sebesar Rp 52,285 Milyar begitupun dengan Retribusi Daerah berkurang sebesar (Rp7,813 Milyar) atau 38,05 persen dari anggaran semula sebesar Rp 20,534 Milyar berubah menjadi sebesar Rp12,721 Milyar. Akan tetapi lain-lain PAD meningkat sebsar 15,01persen atau bertambah sebesar Rp 7,686 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp51,206 Milyar berubah menjadi Rp58,892 Milyar, sedangkan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan tidak mengalami perubahan.

Selanjutnya penerimaan yang bersumber dari Dana Perimbangan berdasarkan Perprs Nomor 66 Tahun 2016 Tentang  Rincian APBN TA 2016 yang mengalami peningkatan adalah DAK sebesar Rp 121,294 Milyar dari anggaran semula sebesar Rp164,550 Milyar berubah menjadi sebesar Rp 285,844 Milyar. Sedangkan peneriman dari DBH Pajak dan DBH Bukan Pajak mengalami penurunan sebesar Rp24,407 Milyar atau 34,81 persen dari anggaran semula sebesar Rp70,112 Milyar berubah menjadi Rp 451,406 Milyar, kemudian penerimaan DAU tidak mengalami perubahan tetap sebesar Rp451,406 Milyar. Untuk penerimaan yang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah yang bersumber dari dana bagi hasil pajak provinsi juga tidak mengalami perubahan tetap sebesar Rp.48,397, sedangkan yang bersumber dari danapenyesuaian dan otonomi khusu anggarannya dialihkan menjadi bagian DAK non fisik sebesar Rp53,79 Milyar. Selanjutnya penerimaan yang bersumber dari dana bantuan keuangan provinsi sebesar 14,485 Milyar.

Alokasi anggaran belanja daerah dalam perubahan APBD Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2016 ini porsi yang lebih besar adalah untuk alokasi belanja langsung. Pada perubahan APBD TA 2016 ini belanja langsung sebesar Rp.704,512 Milyar bertambah sebesar Rp.45,384 Milyar dari anggaran semula sebesar Rp.659,127 Milyar. Meskipun secara total belanja langsung bertambah namun dengan rincian APBN 2016 dimana DBH pajak/bukan berkurang, maka berdampak pula terhadap pengurangan alokasi belanja langsung pada beberapa SKPD. Alokasi anggaran belanja tidak langsung pada perubahan APBD TA. 2016 berbanding dengan total belanja daerah adalah 38,05 % dan jumlah peningkatan anggarannya dari APBD sebelumnya sebesar Rp.22,390 Milyar atau 5,46 % dari anggaran semula Rp.410,436 Milyar berubah menjadi sebesar Rp.432,827 Milyar, terdiri dari : belanja pegawai untuk gaji dan tunjangan bertambah sebesar Rp.17,206 Milyar, belanja hibah bertambah sebesar Rp. 4,254 Milyar, belanja bantuan sosial berkurang (Rp.70 Juta), alokasi anggaran tidak terduga bertambah sebesar Rp. 1 Milyar untuk antisipasi terjadinya bencana banjir atau hal-hal mendesak lainnya. Berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jumlah SiLPA tahun 2015 sebesar Rp.130,101 Milyar, jumlah yang sudah dianggarkan dalam APBD TA. 2016 sebesar Rp.99 Milyar, sisanya sebesar Rp.31,101 Milyar dianggrakan pada perubahan APBD TA. 2016

Selanjutnya saya sampaikan struktur perubahan APBD Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2016, sebagai berikut :

  1. Pendapatan daerah,, berubah menjadi Rp. 1,031 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp. 977,564 Milyar terdapat peningkatan sebesar Rp. 54,429 Milyar terdiri dari :

a. PAD berubah menjadi sebesar Rp. 128,398 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp. 149 Milyar, berkurang sebesar (Rp. 20,601 Milyar)

b. Dana pertimbangan berubah menjadi sebesar Rp. 782,955 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp.686,069 Milyar, bertambah sebesar Rp.96,886 Milyar dan

c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah berubah menjadi sebesar Rp.120,639 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp.142,495 Milyar, berkurang sebesar (Rp21,855) Milyar.

2. Belanja daerah berubah menjadi sebesar Rp. 1,137 Triliun dari anggaran sebelumnya sebesar Rp. 1,069 Triliun bertambah sebesar Rp.67,775 Milyar terdiri dari :

a. Belanja tidak langsung berubah menjadi sebesar Rp.410,436 Milyar, bertambah sebesar Rp.22,390 Milyar

b. Belanja langsung berubah menjadi Rp.659,127 Milyar, bertambah sebesar Rp.45,384 Milyar.

3. Defisit Anggaran, berubah menjadi sebesar (Rp.105,345) Milyar bertambah sebesar (Rp.13,345) Milyar dari defisit anggaran sebelumnya sebesarnya (Rp.92) Milyar.

4. Pembiayaan daerah pada penerimaan pembiayaan daerah berubah menjadi sebesar Rp.130,101 Milyar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp.99 Milyar bertambah sebesar Rp.31,101 Milyar, sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan daerah berubah sebesar Rp.24,755 Milyar dari semula Rp. 7 Milyar bertambah sebesar Rp.17,755 Milyar sehingga terdapat pembiayaan netto sebesar Rp. 105,345 Milyar atau bertambah sebesar Rp.13,345 Milyar dari sebelumnya sebesar  Rp.92 Milyar.

5. Sisa kurang pembiayaan anggaran tahun  berkenaan nihil.

Saya berharap anggota DPRD Kota Pangkalpinang yang tergabung dalam komisi-komisi dan badan anggaran secara bersama-sama dengan TAPD dan SKPD untuk membahas Raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2016 ini sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Badan Musyawarah sehingga harapan kita semua pada awal Oktober 2016 dapat dicapai persetujuan bersama._(humaspemkot-pkp)

You may also like...